1. Tidak fokus makan

Jika Anda pernah mendengar tentang Zen Moment, Anda pasti tahu bahwa, “Ketika makan, hanya makan saja.” Sering kali otak kita berkelana kemana-mana ketika melakukan sesuatu, salah satunya ketika makan. Makan dilakukan sambil menonton televisi akan membuat kita lupa diri, secara tak sadar kita memasukkan makanan ke dalam mulut lagi dan lagi. Kita pun tidak sadar rasa makanan yang kita makan. Bahkan satu kantung pop corn asin dapat lenyap dalam hitungan detik. Fokus pada makanan, rasa dan setiap kunyahannya dapat membuat kita sadar jika sudah kenyang.

2. Kurang minum

Minum air putih yang cukup dapat membuat Anda terlihat muda dan sehat. Selain itu, sistem pencernaan dapat berjalan dengan baik. Menurut Molly Kimball, seorang penulis nutrisi di New Orleans, terkadang tubuh salah mengartikan rasa letih menjadi rasa lapar. Rasa letih dapat disebabkan oleh dehidrasi. Penelitian November 2008, menyebutkan adanya kaitan peningkatan asupan air dan peningkatan penurunan berat badan. Peneliti Virginia Tech menemukan bahwa seorang yang menjalani diet minum delapan gelas dua kali lipat sehari sebelum waktu makan, membuat berat badannya turun sekitar 3 kg.

3. Belanja dalam keadaan lapar

Bukanlah kombinasi yang baik jika Anda pergi berbelanja dalam keadaan lapar. Anda akan berakhir membeli dan memakan banyak makanan. Ketika merasa lapar, otak akan menerima sinyal rasa ingin memakan sesuatu yang distimulasi oleh hormon ghrelin, sehingga mengirimkan sinyal untuk membeli apa saja yang Anda lihat. Tipsnya adalah makan sesuatu sebelum pergi berbelanja. Paling tidak, Anda sudah mengisi perut Anda.

4. Memakan apa pun yang ada

Hal ini sering kali tidak disadari, ketika Anda bekerja atau berada di bandara, walaupun tidak dalam keadaan lapar, Anda memakan apa pun yang ada di meja Anda sebagai distraksi atau kegiatan saat menunggu di bandara. Kadang makanan yang dikudap tersebut tak sehat, seperti gorengan, makanan kemasan, dan makanan manis; tidak hanya makanan tersebut mengandung kalori yang tinggi, namun juga dapat menyebabkan kolestrol dan diabetes. Jika Anda memang sering merasa lapar saat bepergian, Anda bisa membuat sendiri sandwich yang sehat. Anda juga bisa menyiapkan buah-buahan yang telah dipotong-potong, smoothie, atau camilan sehat lainnya.

5. Minuman yang mengandung kalori tinggi

Liquid calories biasanya terdapat dalam soda dan minuman yang beralkohol. Selain itu, Anda juga perlu menghindari kopi blended yang ditawarkan di kedai kopi, karena biasanya akan ditambahkan whip cream yang terbuat dari putih telur. Protein memang dapat membuat tubuh Anda merasa kenyang, namun whip creamsudah dicampur dengan susu dan bahan-bahan lainnya, tanpa disadari kalori yang masuk ke tubuh Anda pun banyak. Anda bisa menggantinya dengan diet soda atau light beer.

6. Melewatkan sarapan pagi

Tubuh membutuhkan energi, setelah berpuasa selama semalaman, metabolisme Anda membutuhkan makanan. Menahan lapar, tubuh akan memproduksi hormon ghrelin, dan rasa lapar distimulasi oleh hormon ini. Sedangkan yang Anda perlukan adalah hormon leptin, sebab rasa kenyang distimulasi oleh hormon ini. Ketika lapar berlebihan, akibatnya Anda akan makan-makanan yang berlebihan di siang hari. Jika aktivitas Anda hanya di dalam ruangan, kalori akan disimpan di dalam tubuh. Anda perlu membakarnya.

Berat badan umumnya bertambah ketika kalori yang dibakar tubuh saat beraktivitas lebih sedikit daripada kalori yang masuk dari makanan yang dikonsumsi. Namun selain makanan, ada banyak faktor yang juga memengaruhi metabolisme dan berat badan tubuh. Kenali faktor-faktor tersebut.

7. Stres

Ketika Anda stres, tubuh akan menjadi tegang dan memproduksi hormon yang bernama kortisol. Hormon ini menjadi penyebab utama meningkatnya nafsu makan sehingga membuat Anda dengan mudah menyantap makanan apa pun untuk menenangkan diri.

8. Kurang Tidur

 Ada beberapa hal yang membuat kurangnya waktu tidur berhubungan erat dengan pertambahan berat badan, yaitu:

  • Saat Anda kurang tidur,terjadi peningkatan kadar hormon dalam tubuh yang bisa meningkatkan rasa lapar dan nafsu makan.
  • Tidur larut malam membuat Anda berpeluang lebih besar untuk mengonsumsi makanan ringan di malam hari sehingga menambah timbunan kalori di dalam tubuh.
  • Kurang tidur membuat Anda cenderung memilih sembarang makanan seperti goreng-gorengan daripada cemilan sehat seperti buah.

9. Teknologi dan gaya hidup

Gaya hidup dengan segala kemudahan seperti akses internet ke hampir segala tempat dapat membuat orang lebih lama duduk di depan layar dibandingkan sebelumnya. Kebiasaan duduk dalam waktu lama ini kerap dipadukan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan ringan berkalori tinggi sehingga menyebabkan pertambahan berat badan.

10. Diet yang ekstrim

Diet Yang Ekstrim  dengan tujuan menurunkan berat badan secara drastis dalam waktu yang singkat merupakan cara yang tidak efektif. Cara ini tidak melatih tubuh untuk membakar kalori berjumlah banyak dalam jangka panjang. Akibatnya,makanan yang Anda konsumsi tidak akan terbakar sepenuhnya dan dampaknya berat tubuh justru kembali naik dengan cepat.

Mengurangi Risiko Pertambahan Berat Badan

Meski lebih sulit dideteksi, faktor-faktor penyebab kegemukan tetap dapat dikelola dengan cara-cara sebagai berikut:

Pola tidur yang baik. Biasakan memiliki jam tidur dengan cukup, serta mulai tidur dan bangun di jam yang sama tiap hari. Gunakan kamar tidur hanya untuk tidur dan aktivitas seksual.

Tanyakan kepada dokter sebelum berhenti mengonsumsi obat tertentu. Jika Anda sudah mengalami pertambahan berat badan karena konsumsi obat, sebaiknya periksakan diri ke dokter sebelum memutuskan untuk menghentikan pemakaian. Anda juga dapat menanyakan alternatif pengobatan yang tidak berisiko meningkatkan bobot tubuh.

Bergerak aktif. Baik karena konsumsi obat atau karena keadaan kesehatan, peningkatan berat badan umumnya disebabkan oleh menurunnya kondisi metabolisme tubuh. Bergerak aktif tiap hari, seperti berjalan kaki menaiki tangga, adalah satu cara sederhana demi menjaga kebugaran tubuh. Dengan olahraga secara teratur, suasana hati seseorang akan lebih baik sehingga jauh dari stres berlebihan dan depresi.

Memahami penumpukan cairan akibat konsumsi obat. Peningkatan berat badan karena konsumsi obat-obatan tertentu terkadang hanya disebabkan oleh penumpukan cairan. Pertambahan bobot karena kondisi ini tidak bersifat permanen dan dapat segera hilang pasca masa konsumsi obat. Pada masa-masa tersebut, Anda disarankan untuk menerapkan pola makan berkadar garam   rendah. Contoh obat yang bisa meningkatkan kandungan cairan tubuh adalah pil KB.