Efek Buruk Gula untuk Tubuhmu, Yuk Kurangi Makan Manisnya!

Makanan manis identik dengan energi. Saat kita mengonsumsi makanan mengandung karbohidrat seperti nasi dan roti, pencernaan akan mengurainya menjadi gula sederhana yang siap diproses sel-sel tubuh menjadi energi. Hal ini menjadikan gula sebagai nutrisi yang penting untuk tubuh kita supaya bisa beraktivitas setiap hari.

Selain penting, gula tidak bisa dipungkiri menjadi favorit banyak orang. Tanpa gula makanan menjadi hambar, dan semakin banyak gula, kudapan atau minuman terasa lebih lezat. Saat ini mudah sekali menemukan makanan atau minuman dengan tambahan gula untuk menambah kelezatanmya.

Meskipun diperlukan tubuh, terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung gula bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Banyak negara maju kini telah memberlakukan pajak khusus untuk makanan yang mengandung gula untuk melindungi warganya. Menurut WHO, asupan gula yang dinyatakan aman untuk dikonsumsi yaitu 25 gram atau sekitar 6 sendok teh.

Pembatasan konsumsi gula ini bukan tanpa alasan, berikut ini ulasan efek buruk gula untuk tubuh yang sebaiknya kamu ketahui.

1. Berat badan bertambah, bahkan obesitas

Obesitas menjadi salah satu masalah kesehatan paling mengkhawatirkan di era modern ini. Penyebab utamanya adalah gula tambahan pada makanan dan minuman.

Soda, minuman kemasan dan junk food umumnya mengandung banyak gula sederhana yang disebut fruktosa. Konsumsi fruktosa yang tinggi akan membuat tubuh mudah merasa lapar. Hal ini karena tubuh menjadi resisten terhadap hormon leptin, yaitu hormon yang berperan menekan nafsu makan.

Semakin banyak mengonsumsi fruktosa, bukannya merasa kenyang, kamu malah ingin terus lapar. Hal ini sudah dibuktikan oleh berbagai penelitian yang dimuat dalam American Journal of Clinical Nutrition bahwa mereka yang sering mengonsumsi soda dan minuman bergula cenderung kelebihan berat badan.

2. Risiko terkena penyakit jantung meningkat

Diet tinggi gula sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko terkena berbagai penyakit, misalnya penyakit jantung yang merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia.

Selain obesitas, kandungan gula pada makanan dapat memicu tingginya kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah yang menjadi faktor risiko penyakit jantung. Konsumsi gula yang berlebih juga menyebabkan pembuluh darah mudah tersumbat oleh lemak yang dalam jangka lama bisa berakibat fatal untuk jantung.

3. Jerawat lebih sering muncul

Konsumsi makanan manis akan meningkatkan kadar gula darah dan hormon insulin, serta secara bersamaan meningkatkan hormon androgen. Hormon ini berperan memproduksi minyak yang berfungsi untuk melembabkan kulit. Namun bila diproduksi dalam jumlah yang banyak justru memicu timbulnya jerawat dan peradangan pada kulit.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada 2300 remaja Turki, ditemukan bahwa diet sangat memengaruhi kondisi kulit. Remaja yang rutin mengonsumsi makanan mengandung lemak dan gula yang tinggi berisiko lebih besar mengalami masalah jerawat di wajah.

4. Risiko diabetes meningkat

Tidak hanya kegemukan, konsumsi makanan bergula tinggi mengakibatkan tubuh menjadi resisten terhadap insulin, hormon yang bertugas mengontrol kadar gula darah. Organ pankreas harus bekerja lebih keras memproduksi insulin yang pada akhirnya tidak cukup untuk menurunkan kadar gula darah yang terlalu tinggi.

Dalam jangka lama, ini bisa menyebabkan diabetes, yaitu penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Diabetes yang tidak terkontrol mengakibatkan komplikasi yang bisa berakibat fatal seperti gagal ginjal dan stroke.

Sebuah studi populasi yang dilakukan di 175 negara ditemukan bahwa risiko seseorang terkena diabetes meningkat 1,1% setiap konsumsi 150 kalori gula atau kira-kira setara dengan satu gelas soda per hari.

5. Risiko terkena kanker makin besar

Konsumsi gula berlebih dan menumpuknya lemak tubuh sering dikaitkan dengan terjadinya berbagai jenis kanker. Meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut, berbagai studi telah mengaitkan antara konsumsi gula berlebih dengan risiko terjadinya kanker.

Sebuah studi yang dilakukan oleh National Cancer Institute pada 430.000 orang menyatakan bahwa konsumsi makanan tinggi gula meningkatkan risiko terjadinya kanker pada kerongkongan, pleura (selaput paru-paru), dan usus halus.

Selain itu, studi lain yang dipublikasikan oleh American Association for Cancer Research juga menunjukkan bahwa wanita yang rutin mengonsumsi roti manis dan kue lebih dari 3 kali per minggu cenderung lebih rentan terkena kanker rahim dibandingkan wanita yang jarang mengonsumsinya.

6. Depresi

Diet sehat dan nutrisi seimbang dapat memperbaiki mood. Kebalikannya, makanan olahan yang tinggi gula seperti kue dan minuman manis cenderung meningkatkan risiko terjadinya depresi. Hal ini dipercaya terjadi akibat gangguan regulasi dan inflamasi pada neurotransmitter, senyawa kimia yang mengatur kerja saraf otak.

Kaitan konsumsi gula dengan depresi ini telah dibuktikan dalam studi yang melibatkan 8000 laki-laki berusia 22 tahun yang mengonsumsi setidaknya 67 gram per hari. Dalam studi itu ditemukan bahwa mereka 23% lebih mudah terkena depresi dibandingkan grup lain yang hanya mengonsumsi 40 gram gula per hari.

Hal yang sama juga terjadi pada studi lain yang melibatkan 69000 wanita. Dengan demikian diketahui bahwa gula tambahan pada makanan menyebabkan pria atau wanita lebih rentan terkena gangguan kesehatan mental berupa depresi.

7. Penuaan dini

Kalau ingin kulit yang lebih awet muda, sebaiknya kamu mulai perhatikan asupan makananmu. Kerutan pada wajah memang tanda alami penuaan dan bisa terjadi pada siapa saja, tapi diet yang buruk cenderung mempercepat proses ini.

Gula dan protein yang dikonsumsi sebagian akan diproses menjadi senyawa glikasi advanced glycation end products (AGE) yang berperan vital dalam penuaan kulit yang umumnya dimulai di usia 30-an.

Konsumsi gula berlebih memicu lebih banyak produksi AGE. AGE dapat merusak kolagen dan elastin pada kulit, yaitu senyawa protein yang penting untuk menjaga kulit tetap kencang dan bercahaya. Dengan rusaknya kolagen, kulit jadi kehilangan elastisitasnya, menjadi kendur serta kering.

8. Cepat lelah

Gula tambahan pada makanan sangat mudah diserap oleh usus ke dalam pembuluh darah, menyebabkan peningkatan gula darah dan hormon insulin yang signifikan. Tubuh pun memproses energi dengan cepat. Sayangnya, kadar gula dalam darah pun segera turun dalam waktu singkat.

Konsumsi makanan manis tanpa disertai protein, serat atau lemak mengakibatkan tubuh terasa lemas, lapar, dan tidak berenergi. Konsumsi makanan dengan nutrisi seimbang penting agar produksi energi dalam tubuh tetap konsisten sepanjang waktu.

Untuk menghindari efek buruk ini, kamu sebaiknya mengganti jenis sumber karbohidrat dengan yang lebih banyak serat dan rendah gula seperti beras merah atau gandum utuh.

 

Add Comment